Untuk Sang Puspita

Mungkin bisikku hanya romansa
Mungkin kecupku hanya sekelebat rasa
Mungkin degupku hanya sekedar gema
Meski kau tahu adanya, dalam setiap detak di dada namamu akan terus ada

Tersebut
Terlarut
Menjadi udara di nafas yang kuhela
Menjadi hemoglobin terjalin di getir gelisah mengalir di darah yang berdesir

Asmara kita surya yang menyala
Dan aku Ikarus denganmu sebagai sayapnya

Terlalu panas, cinta
Aku terlepas, terhempas, terjun bebas
Tanganku menggapai udara
Dan kutatap sang surya

Tataplah aku, Puspita
Saat ajal menjemput pun aku akan menggenggam sebuah nama
Yang selalu terucap di hembusan nafas yang fana

– Agustus 2014

RustyrevolveR