Untuk Intan

Halo Intan,

Aku sempat ragu haruskah aku membalas suratmu dengan cara kamu mengirim (yang berarti ini mungkin baru bisa kamu baca besok malam) atau haruskah aku balas langsung?

Tapi kamu tahu bagaimana aku lah, makanya kamu bisa membaca ini malam ini alih-alih besok ;).

Pertama dan sangat pertama, aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih sudah berani mengungkapkan perasaan yang mungkin tidak banyak yang bisa mengutarakan, apalagi melalui medium yang cukup publik seperti ini. Dan jujur saja lah, siapa sih yang nggak senang mendapat surat cinta?

Kamu menuliskan banyak sanjungan, banyak curahan perasaan, dan sejujurnya aku merasa tidak pantas mendapatkannya.

Segala kebaikanku yang kamu saksikan itu bukannya sesuatu yang tak berpamrih kok. Untukku, menolong dan mendengarkan masalah seseorang adalah cara terbaik untukku terus mengoreksi diri, mengingatkan diriku bahwa masalah dalam hidupku bukanlah masalah terbesar yang pernah ada, dan semua itu juga membantuku mendapatkan rasa nyaman karena aku merasa… “dibutuhkan”.  I’m a selfish human being with selfish intention of living and I admit that, don’t give me too much credit, hahaha.

Aku sering berkata bahwa “never put your love for someone else above your love for yourself” saat ini aku ingin meminta itu dulu ke kamu.

Jangan pernah merasa kamu tidak cukup cantik.
Jangan terhambat imaji yang kamu tempel ke dirimu sendiri.
Jangan berpikir bahwa kamu “kurang” untuk pasanganmu, siapapun itu.
Jangan merasa minder untuk sesuatu yang tidak perlu.

Dan biar bagaimanapun kamu ragu, jangan pernah menunjukkan itu kepada dunia. Cobalah berdiri, jadilah manusia yang kuat dan tantanglah dunia dimulai dari menantang dirimu sendiri dengan menghapus semua “tapi” di hati.

Karena cinta yang paling abadi seharusnya adalah cintamu kepada diri sendiri.

Terima kasih untuk membagi perasaanmu, terima kasih karena sudah membuatku tersenyum malam-malam begini.

Dan terima kasih semangatnya. Tunggu hasilnya ya 14 Februari nanti :).

-M

RustyrevolveR