Satu, Sebagian, Semua

Hingar-bingar PKS (dan semacamnya) ini lucu, kalau belum memuakkan. Tapi dari semua ini ada satu hal yang membuat gue selalu merasa terganggu, yaitu seolah bahwa anti PKS = anti Islam.

Let’s cut it short, no.

Mungkin ada yang lupa logika dasar, tapi mari kita telaah secara sederhana:

Apakah PKS adalah bagian dari Islam? Ya. PKS adalah partai politik berdasarkan Islam, tentu saja sebagian besar (kalau tidak mau dibilang seluruh) anggotanya adalah penganut agama Islam yang ingin menjalankan hidup berdasarkan aturan agamanya. Maka bisa kita bilang bahwa PKS adalah bagian dari Islam.

Apakah PKS adalah Islam? Tidak. PKS (seperti juga parpol lainnya), bukanlah representasi Islam secara menyeluruh karena tidak semua umat Islam di Indonesia memilih atau merupakan anggota PKS. Pun, tidak semua orang yang taat beragama Islam memilih PKS. Maka suara PKS bukanlah suara umat Islam di seluruh Indonesia.

Simpel kan?

Udah gitu aja sih, dari sini sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa:

  • Anti PKS tidak sama dengan anti Islam.
  • Kalau ada kader PKS yang korupsi, yang korupsi adalah manusia yang kebetulan beragama Islam, bukan Islam per se.
  • Kalau ada kader PKS yang poligami, bukan berarti semua lelaki Islam berpoligami.
  • (isi sendiri sesuai logika)

Kenapa pake PKS sebagai contoh? Karena lagi panas aja sih, mau diganti PKB, PAN, PPP, nggak masalah karena logikanya nggak berubah. Agamanya diganti dan nama partainya disesuaikan juga bisa kok.

Intinya sih, jangan merasa tersinggung kalau ada yang menghina partai berbasis agama, yang dihina partainya karena kelakuannya kok, bukan agamanya.

Begitupun sebaliknya.

Kalau ada orang dari parpol berbasis agama melakukan hal negatif, yang dihina orangnya, jangan agamanya.

Logis kan?

Akur ya?

Akur…

(ini sih kenapa gue ga suka agama dan politik dicampur)

(originally posted on 

RustyrevolveR