Prayer of the Dead

Raungan menggema agungkan nama Tuhan
Iringi hilangnya nafas-nafas kehidupan

Langit memerah, tersisa jejak surya
Tanahku memerah ternoda nafsu angkara
Emosi meluap membara bagai api
Ikuti nafsu, buta mata hati nurani
Jantung m’reka berdetak meski perlahan terhenti
Bagai tetes embun tersapu panasnya matahari

Teriak, teriak, t’riak dan teruslah berlari
Teriak, teriak, t’riak dan teruslah berlari

Raungan menggema agungkan nama Tuhan
Iringi hilangnya nafas-nafas kehidupan
Raungan menggema agungkan nama Tuhan
Iringi hilangnya nafas-nafas kehidupan

Bisakah kita berdoa tanpa kehilangan nyawa?
Bisakah kita berdoa tanpa kehilangan nyawa?

Lirik lagu ini gue tulis sehari setelah insiden Cikeusik. Tribute untuk mereka. Gue nggak sangka akan ada hari di mana nada serupa masih terdengar di negara yang sama.

Membunuh manusia, membunuh pikiran, serupa.

Kita ini apa?

RustyrevolveR