Luna Sea Hutangmu!

luna sea

Kalau gw nanya apa band terbaik di Jepang, gw pasti akan ngakak kalau ada yang bilang L’arc~en~Ciel. Bukannya gw sensi, tapi menurut gw mereka bukan yang terbaik. Bagus, tapi bukan yang terbaik.

X Japan? Mereka keren, tapi jujur aja, selepas comeback mereka beberapa tahun belakangan ini, gw jadi menatap merana larinya bakat musik salah satu pionir Visual Rock di Jepang ini. I mean, if you keep on using your dead guitarists hologram, putting his guitar onstage regardless you already have NEW GUITARIST and having a leader/drummer/producer/manage that keep on fake-fainting and tweeting yet STILL KEEP ON RE-RELEASING OLD SONGS INSTEAD OF MAKING A FUCKING DECENT NEW SONG, how can I say they’re the best?

I mean, dear GOD.

So anyways, my money’d go to Luna Sea. A band so awesome, they’re simply awesome. Originally named Lunacy, they kick off their career in 1989, the beginning of an era of Visual Rock. As the matter of fact, their style was considered as one biggest influence in modern day Visual Kei. I can safely assume too that Sugizo’s glam solo and gesture have the biggest followers and copycats than any other Japanese guitarists.

Susah membayangkan? Markicek klip lawas mereka: Dejavu dan In My Dream (With Shiver) . In case ada yang nanya, Sugizo itu banci yang gitarnya sama kayak Prince.

Pada pertengahan 90an, mereka merubah style mereka menjadi lebih santai, lebih sedikit make up, terutama selepas break satu tahun mereka di 1997. Bisa dilihat dengan jelas di single Shine. In case ada yang nggak nyadar, ya, Sugizo masih ngebanci.

Datanglah tahun 2000! Mereka merilis album Lunacy dan The Best yang dirilis di Indonesia juga dalam bentuk kaset di era inilah gw berkenalan dengan mereka di pojokan Depok. And guess what, belum genap beberapa bulan gw suka mereka BUBAR. Okay, “indefinite hiatus”, tapi tetep aja, it break my virgin heart (trust me, I once have virgin heart).

Lalu kenapa gw nulis sejarah singkat ini? Karena mereka reuni. Setelah dua kali konser, sekali tahun 2007 untuk one-night reunion, dan 2008 untuk memorial meninggalnya Hide. Resminya mereka reunite as a band di tanggal 29 Mei 2010, tepat di malam hari karena itu adalah malam purnama. Pretty romantic, I think. Istilah yang mereka gunakan adalah “Reboot”, dan itulah konsep yang mereka jalankan. Mereka me-launch official Facebook, Twitter, Website, dan Youtube Channel yang mengupload video mengenai reboot ini per-purnama.

Salah satu sebelnya gw yang utama adalah mereka mengadakan konser gratis pada malam natal tahun yang sama (ada semacam tradisi di mereka untuk konser di malam natal) dengan nama Lunacy instead of Luna Sea. Mereka mengenakan kostum lama mereka, dan semua lagu yang dibawakan adalah lagu lama dari sebelum mereka hiatus yang pertama dan para penonton wajib mengenakan pakaian hitam. it’s as if they’re trying to reenact their youth and from the audience’s testimony; damn, they made it.

TAPI DVDNYA KAPAN RELEASEEEEEE??? :((

*ehem*

Lalu… pada tanggal 16 KEMARIN, mereka merilis album dengan judul Luna Sea, yang merupakan re-recording dari album pertama mereka. Catat, re-RECORDING, bukan re-RELEASE (yes, Yoshiki Hayate, I’m pretending you’re gonna read this). Tentu saja, album ini kopi ilegalnya udah di tangan gw sekarang dan gw akan segera memesan originalnya setelah gajian besok. The album is really worth the money, espescially if you listened to the original before. They really aged well, they really improved, and from bootleg live video, they really maintain their performance. It’s like there were no ten years gap between their last live and their comeback live.

So yeah, Luna Sea benar-benar me luna sea hutang mereka =P.

RustyrevolveR

0 thoughts on “Luna Sea Hutangmu!”

  1. Yoshiki Hayate ? XD I take it as a joke than an ignorance
    I mean, if you consider making the lyrics (of old songs) in English, and record them with new materials from the new guitarist as “RE-RELEASE”, nothing more to expect, right? =P

    Yeah this is your blog anyway, youmay write anything you like, I know.

    Untuk LUNA SEA-nya, ya sbg SLAVE masa hc ga hargain org yg dah berusaha nulis review bagus tentang LS =P

    1. It’s joke, actually. I’m a big X fans and I actually wrote that because I kinda upset about no album so far. I mean, almost what, three years and only two new songs? And honestly neither of Jade and IV is that good compared to any of their old songs.

      If not, Heath nggak akan mau cabut kan? :p

      Anyways, that aside, semoga album yang kepending bertahun-tahun itu beneran kejadian. SADS udah rilis, LS udah rilis, dan (kayaknya) Laruku akan rilis. X yang paling awal reunian juga buruan dong…

      1. eh? Heath kan ga cabut ya. Ada masalah pun dulu itu masalah pribadinya Heath, hc ga bisa bilang apa2 di sini =P
        *edit: baru baca “mau cabut” —ok nevermind XD

        Tapi emang ga bisa disangkal sih kalau X “tidak bisa diharapkan”. Maksudnya, dari dulu mereka memang seperti itu kan, rencananya kapan, realisasinya kapan. Lha Yoshiki dikasih deadline sama label rekamannya aja pake jawab, “don’t wait for me”, jd apa yg mau diharapkan =P It’s just them. Lama2 kebal juga nunggu bertahun2 xD

  2. Apa cuma gw yg kaga gaul, tp kayanya LS ga begitu populer ya bwt anak2 sini (Jakarta)? lha wong ben2 cover sini paling maininnya cm I4U,rosier, ama lovesong lalalala :))

    1. Duluuuuu banget (2005? 2007?) di Sahid pernah ada yang bawain Desire (dengan sangat berantakan) dan malamnya Wasabi sukses bikin gw mewek ketika mereka bawain Crazy About You.

      Dan dari list itu lo lupa Tonight, Ror xDD.

    2. dimana2 cover Luna Sea emang langka gitu ya? Di Jogja juga jarang2 kecuali yang disebutkan di atas XD Apa karena musiknya ga biasa jadi ga familiar di telinga orang kali

  3. ohya ‘desire’? at least pernah ada yg bawain lah (kaget jg :p), penontonnya pada mudeng ga? hahaha

    oh ya tonight…bahkan dejavu aj jarang bgt (skyz pernah bbrp kali)

    waktu itu pernah sih sweetest coma again bagus juga dibawain Shuriken

    1. Rosier bukannya jg sampe bosen? LOL
      bocoran ah, DS lg ngulik Loveless, Storm sm Dejavu tp seperti biasa cover version ala DS., ga akan sama persis sm LS X)
      tp ga tau kpn manggungnya *curcol*

      Luna sea emg the best lah., X – japan, pdhl dy udh ngerekrut Sugizo ya? pdhl pas Sugizo masuk gw pngn dgr bgt pengaruhnya di X.,

      klo vocal ryuichi Dodi lumayan dapet tuh XD
      bknnya lo mau bikin band cover LS Ror?

      1. Dody kan lagi somewhere where Kim Jon Il at, no? *toel Rori*

        Mau sih mau… masalahnya kan *bisa* atau nggak. Vokal gw kan agak terbatas, bagusnya kalo karaokean doang, lol. Ntar gw bikin rekaman dan taro utub deh ah xD.

        Dan gw nggak berharap akan ada pengaruh Sugizo ke X, seriously. All X’s song are written by Yoshiki and Yoshiki only. This was how Taiji was out, or so does the rumour said ;P.

      2. Ohya? wah boljug tu mir…pilihan lagu yg baik

        Selama si Yoshiki ga bisa ‘moveon’, dengan berhenti menampilkan hologram hide, gw rasa Sugizo lebih kaya featuring perannya hahaha

        Iya nih Dodi si pengacau, kabur doi wkwkwk, padahal gw jg lumayan puas dgn vokal doi di rekaman tsb…skrg lagi diusahakan bandnya mir, doakan saja 🙂

      3. IMO Sugizo di X lebih dimanfaatkan buat nambah2in sound violin, Kurenai ditambahin violin sepertinya (at least di live udah gitu =P). Tapi di JADE gitaran SUGIZO kerasa kok, yg dengerin proyek solonya Sugi pasti bisa mengenali auranya SUGIZO di situ, walo (katanya) JADE dibikin dengan inspirasi hide.

      4. …dan gw salah baca “ror” sama “tor”. Goblok -_-;;

        Soal Sugi… gimana yah… emang dia beda sih sama Hide. Jujur aja, Sugi terlalu “ngebanci” (not in bad way) dan mengingat saingan “kebancian”nya itu hide… you get my point.

        I mean, Sugi itu soundnya terlalu dreamy-glam sementara hide itu raw banget. Benang merahnya cuma di… rambut merah.

        Btw, JADE itu semacam IV juga kok setahu gw, pake rekaman hide yang nggak kepake atau belum dipublish.

      5. yeah I get it ;P

        ngga, cuma I.V kok yg pake samplenya hide, tp emang inspirasinya Jade itu dapetnya waktu ziarah ke makam hide. lagipula pihak manajemen hide lebih komersil & ga ngebolehin properti hide dipake di X JAPAN lagi walaupun mrk jg ga ingin hide dicoret dari X JAPAN –masalah kontrak yg rumit dan malesi, haha. Menurut hc malah lagu2 baru sejak I.V sound2 dari Heath & Pata juga lebih dieksplor walo ga terlalu dominan (jadi lagunya tetep Yoshiki banget, bukan Pata anget maupun Heath banget). Born to be Free, dari denger yang livenya, juga kerasa SUGIZO-nya

        btw asik banget ini ya ngobrolnya XD

  4. “… If you keep on using your dead guitarists hologram, putting his guitar onstage regardless you already have NEW GUITARIST…”

    Man, that’s just disgraceful 😐

Leave a Reply