Kos Baru, Hidup Baru

Kalau di mid 90’s Padhyangan Project menyanyikan lagu “Nasib Anak Kos”, mungkin saat ini harus ada yang menyanyikan ulang karena lagunya masih aktual.

Tsah… bahasanya SCTV sekali.

Tapi nggak juga sih, memang nasib anak kos, baik yang mahasiswa maupun pegawai kayaknya memang begitu dan selalu begitu. Kariage yang berada di seberang lautan sana kayaknya juga merasakan masalah yang sama. Tetangga berisik, makan mi instan demi menyambung hidup, berkreatif ria dengan alat yang terbatas (kayak cerita Markus, masak mi pakai teko pemanas air). Ini namanya survival of the fittest (or survival of the muketebel).

Then again, yeah, gw baru masuk ke kosan baru. Is it good? Pretty much. Is the price worth it? Actually, kinda yes. Is there any cute neighbor? So far, not anymore.

Seriously, isinya engko’-engko’ sama mba’-mba’ gini semua. No eye candy whatsoever. Tapi yaudahlahya… bukan kosan mahasiswi juga.

My only problem is the axis signal here. Kayaknya berat banget mau ngapa-ngapain, padahal kalo di luaran kenceng banget. Di rumah juga.

Honestly, I want to keep rambling but it’s almost work time. Nggak lucu kalo kosan udah sedeket ini masih kesiangan juga.

RustyrevolveR

Leave a Reply