Kiyoharu Mori – The Real Japanese Rockstar

Kiyoharu

DISCLAIMER! This review is written by a fan. Digest with proper caution and healthy dose of second opinion.

SADS? Apa itu SADS? SADS adalah sebuah band yang (menurut wiki) bisa dikategorikan sebagai post-punk / glam rock. Dimotori oleh salah satu pelopor visual kei, Kiyoharu Mori. Band ini didirikan tidak lama setelah Kuroyume yang merupakan band Kiyoharu sebelumnya membubarkan diri pada 1999.

Menurut gw, Kiyoharu sendiri adalah J-rocker yang paling underrated, let alone semua band-bandnya. Lepas dari kenyataan bahwa dia adalah salah satu ‘pria cantik’ visual kei yang mampu tidak terlihat terlalu banci atau malah tipikal. I mean, ayolah, pria mana yang bisa pantas mengenakan baju wanita dan making out dengan beberapa stripper di video klipnya (boobs inside, jangan klik kalo di kantor)?

Yes, this man is like a walking sex machine. Or at least for the Japanese. His sexual innuendo juga diiringi dengan musik yang digarap dengan sungguh-sungguh, jadi jangan heran kalau setelah dua puluh tahun lebih masih banyak perempuan yang mengisi moshpit yang juga diisi oleh lelaki (tidak seperti kebanyakan konser visual kei di mana penonton lelaki merupakan minoritas). Dans SADS adalah penghasil musik terbaik yang pernah dia buat.

Tapi sudahlah, itu pendapat pribadi. Meskipun sampai mereka bubar di tahun 2003 mereka belum mendapat perhatian yang sepantasnya (selain dari fans Kiyoharu dan Kuroyume yang emang terkenal cukup hardcore), Kiyoharu terus melanjutkan proyek solonya dengan musik yang lebih tenang. Sampai tahun lalu, ketika dia melakukan konser “pembubaran” Kuroyume yang ternyata berakhir dengan reuni dan pembentukan ulang Kuroyume DAN SADS yang menurut Kiyoharu sendiri adalah upayanya untuk “mereset karir band nya”. So in short, that man now runs three different career. Entah ini ide yang bagus atau tidak, tapi dua hari yang lalu, pada 7/7/2010, tepat sebelas tahun mereka merilis single pertama mereka “Tokyo”, SADS merilis album barunya; “The 7 Deadly Sins”. My CD isn’t here yet, but I’ve heard two of their ten songs, and I can safely say, this album gonna be as great as their previous.

Dengan sound yang lebih berat, vokal Kiyoharu yang tidak berubah meski sudah menginjak usia 42, dan agresi yang menjadi ciri khas mereka sejak dulu. Bisa dilihat dari live digest mereka yang merupaan bonus dari DVD limited mereka:

Describe everything I love about them. Simple yet powerful, and aggressive without looking juvenile despite the fact this is his second puberty. They have changed, but in a very good way. Improving without forgetting their musical root.

Hmm? Nggak bisa memberikan penilaian karena belum pernah denger SADS sebelumnya? Don’t worry, I have compiled their best songs in one fanpicked album.

Sedikit recap via youtube untuk karir Kiyoharu secara menyeluruh:

Kuroyume era, 1994:

Kuroyume era, 1997:

SADS era, 1999:

SADS era, 2001 (I think?)

Solo era, 2006:

SADS era, 2010:

He changes, he evolves, but he’s still the man that keep making great musics. Not so man people realize it, but if you’re into visual kei, you’ll see Gackt, Dir en Grey, ScReW and some other artist’s outfit and/or persona in the video I posted. I’m not exaggerating everytime I say that this guy is one of the main shaper of the whole Japanese visual kei act. This man deserve more attention, way more than half of the act out there get.

RustyrevolveR

Leave a Reply