Kata-Kata

Tersebutlah sebuah kedai kopi ternama di sudut Jakarta, diwarnai pria dan wanita muda yang bercengkrama diiringi irama nada-nada musik bossanova. Setiap mereka nampak bahagia, tertawa, meski aku tahu di baliknya tersimpan sejuta rahasia kelam yang terkungkung bagaikan kotak Pandora.

Dan di antara merekalah aku duduk, menunduk menuliskan rangkaian kata-kata yang mungkin tidak berguna bagi sesiapa selain aku semata. Sebutlah aku Hamlet era modern, dengan sakit jiwa dan obsesi yang sama serta keterikatan yang terlalu nyata dengan dia sang pencabut nyawa.

Dengan ini aku berkata:
Lawanlah tirani yang membelenggu hati
Biarkan rasa itu membara menggelora
Karena pada akhirnya yang berarti adalah “kita”.

Aku merenggut kertas itu dari buku tulisku dan meremasnya menjadi gumpalan sebelum melemparnya ke keranjang sampah. Kata-kataku adalah senjata, dan saat mereka menjadi banal maka senjataku pun tidak lebih dari pisau tumpul.

Ah hidup, tidak ada yang lebih menyedihkan dari pujangga tanpa kata. Aku merasa bagai prajurit tua yang hanya bisa memoles popor senjata di penghujung kala sebelum senja tiba merenggut nafas dari tubuhnya yang renta. Mengingat masa-masa jaya saat dia menghormat kepada Sang Saka dengan bintang-bintang tersemat bangga di dadanya.

Namun semua itu fana.

Sefana seisi dunia yang tak lagi bermakna dilahap sang waktu yang perlahan namun pasti berlalu. Pada akhirnya lencana hanyalah lencana, bintang tanda jasa yang akan terlupa seiring masa, seperti aku dan kata-kata yang tertuang dari ujung pena.

Mungkin aku bukan Hamlet, aku adalah ayahnya, sang Raja Tua yang melayang menembus malam di antara tembok-tembok granit kastil Denmark, menolak melepas ikatan dengan dunia dan melangkah ke kehidupan selanjutnya.

Mungkin pula aku adalah Ophelia, yang terus berdoa kepada Santo Valentine di tepi jendela untuk menanti sang kekasih datang menjemput dan membawanya berkeliling dunia.

Tapi aku tersadar. Aku bukanlah mereka, aku hanyalah pria dengan kertas dan pena di pojok sebuah kedai kopi kelas menengah ternama yang dipenuhi pemudi dan pemuda yang bercengkerama.

– Agustus 2014

RustyrevolveR